Minggu, 05 April 2015

Speak Up Your Aspiration!


            “Life is darkness if there’s no aspiration.” Yup, aspirasi adalah sesuatu yang sangat penting dan berpengaruh besar dalam banyak hal. Mulai dari segala yang menyangkut kepentingan pribadi, organisasi, bahkan pemerintah dan negara sangat membutuhkan aspirasi rakyatnya.

            Sekolah juga termasuk pihak yang membutuhkan aspirasi dari warga sekolah. Terutama untuk pembangunan dalam segala bidang, termasuk akademik dan non-akademik. Tidak hanya menyangkut peraturan atau sarana dan prasarana saja, tetapi juga aspirasi mengenai program kerja yang telah atau akan diadakan oleh pihak sekolah. Seperti program live in, studi banding, atau bisa juga terobosan-terobosan mengenai usulan program kerja yang baru.

            Aspirasi merupakan titik awal. Bisa disebut juga aspirasi adalah pengarah dalam pembangunan sekolah. Semua aspirasi yang telah disuarakan itulah yang menjadi tujuan akhir. Setelah tujuan ditetapkan, selanjutnya adalah bergantung pada pihak yang menyalurkan dan menerima aspirasi tersebut. Apakah akan berjalan sesuai dengan harapan warga sekolah atau tidak.

            “Aspirasi hanya dijadikan sebagai “alat bantu” yang menentukan harus diarahkan kemanakah sekolah ke depannya, itu saja fungsinya. Istilahnya seperti buku pedoman kegiatan,” ujar Bagaskara, siswa kelas X Olimpiade SMAN 3 Semarang.

            Meskipun begitu, tanpa adanya titik awal dari aspirasi maka tujuan akhir juga tidak mungkin tercapai. Karena itulah selain perlunya partisipasi untuk menyampaikan aspirasi, pihak sekolah juga harus ada transparasi agar pembangunan nantinya sesuai dengan aspirasi yang telah disuarakan.

            Bagaimana jadinya jika tidak ada aspirasi yang disampaikan? Tentu saja pembangunan sekolah tidak akan berjalan. Seperti yang kita ketahui, aspirasilah yang memberi bantuan. Tidak hanya untuk pihak sekolah secara menyeluruh, tetapi juga untuk perkembangan Program Kerja yang dimiliki oleh organisasi di sekolah seperti OSIS dan MPK.

            Aspirasi yang diperlukan tidak hanya dari siswa saja, tetapi juga dari guru. Memang sekolah didominasi oleh siswa, tapi guru juga ikut berperan dalam sekolah.

            Sama halnya dengan yang disampaikan oleh Humairo dari kelas XI MIA 10 SMAN 3 Semarang, “Jika hanya dari salah satu pihak saja yang didengar aspirasinya, menurut saya tidak adil. Harus benar-benar imbang antara siswa dan guru.”


            Dengan adanya aspirasi bersama, maka pembangunan sekolah nantinya juga dapat diseimbangkan dengan harapan dari siswa dan guru. Maka dari itu semua aspirasi harus disuarakan demi kepentingan bersama. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar